
OLAH RAGA
Olahraga yang benar adalah :
1. Kenalilah kondisi kesehatan dan kebugaran anda sebelum olahraga dengan melakukan tes kesehatan dan kebugaran jasmani.
2. Berolahraga sesuai dengan kemampuan dan dapat ditingkatkan secara bertahap.
3. Berolahragalah sesuai dengan dosis/ takaran
Takaran olahraga adalah sbb :
1. Hitunglah terlebih dahulu denyut nadi maksimal (DNM) yaitu 220-umur, misalnya umur 40 th, maka DNM = 220-40 = 180 kali/menit.
2. Frekuensi : 3 – 5 kali / minggu, berselang 1 hari
3. Intesitas latihan :
a. Aerobik : denyut nadi mencapai 70-85% x DNM
b. Menurunkan lemak tubuh : denyut nadi mencapai 60-70% x DNM dengan latihan lebih 1 jam.
4. Tempo latihan : rata-rata 30-60 menit
5. Tata cara olahraga :
a. Pemanasan & pereangan : 10 menit
b. Latihan inti : 20 – 30 menit
c. Pendinginan & peregangan : 10 menit
OLAHRAGA benar-benar bermanfaat menangkal penyakit. Sebuah riset di University of South Carolina membuktikan bahwa olah tubuh secara rutin mengurangi risiko kanker payudara bagi perempuan.
Penelitian tersebut mempelajari 14 ribu perempuan berusia antara 20 dan 83 tahun tanpa riwayat kanker payudara. Mereka dikelompokkan dalam kategori fit sekali, fit menengah, dan cukup fit, dari hasil tes medis melalui tes treadmill.
Studi lalu menemukan, perempuan dalam kondisi fisik yang buruk tiga kali lebih berisiko meninggal akibat kanker payudara ketimbang perempuan yang berolahraga secara rutin.
Itu juga menunjukkan kebugaran tubuh bisa ditingkatkan melalui aktivitas yang mudah dan tidak mahal yang bisa dilakukan secara rutin, seperti berjalan kaki. Kebugaran tingkat rata-rata dapat dicapai melalui olah tubuh selama 150 menit per minggu. Itu bukan berarti berlatih treadmill terus-terusan selama 2,5 jam, tapi bisa diartikan melakukan aktivitas yang membuat tubuh terus bergerak. Misalnya, berkebun, melakukan tugas-tugas rumah tangga, atau berjalan-jalan. Sementara itu, kebugaran tingkat tinggi bisa dicapai dengan latihan selama 300 menit per minggu.
Menurut studi, seperti diinformasikan healthnews.com, gerak badan tidak hanya bisa menurunkan risiko kanker, tapi juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah, serta menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes.
Studi lain yang dilakukan pada 2005 melaporkan, penderita kanker payudara yang berolahraga secara rutin cenderung lebih kuat survive dari penyakit tersebut.
Jadi jelas sudah, banyak risiko kanker yang tidak bisa lagi diubah manusia. Namun, berlatih atau berolahraga bisa menjadi satu cara yang menurunkan risiko tersebut.